Islam Itu Indah

Ihram

|

PENGERTIAN IHRAM

|

Kata Ihram diambil dari bahasa arab, dari kata “Al-haram” yang bermakna terlarang atau tercegah. Dinamakan ihram karena seseorang yang masuk kepada kehormatan ibadah haji dengan niatnya.

Dia dilarang berkata dan beramal dengan hal-hal tertentu, seperti :

  • Jima’, menikah,
  • Berucap ucapan kotor, dan lain-sebagainya.

Dari sini dapat diambil satu definisi syar’i bahwa ihram adalah salah satu niat dari dua nusuk (yaitu haji dan umrah) atau kedua-duanya secara bersamaan.

|

TATA CARA IHRAM

|

Telah diketahui bersama bahwa seorang yang berniat melakukan haji atau umrah, diharuskan mencontoh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam melaksanakan hal tersebut, sebagaimana dijelaskan oleh hadits-hadits yang shohih, sebagai pengamalan darihadits Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

خُذُوْا عَنِّيْ مَنَاسِكَكُمْ

Ambillah dariku manasik kalian”.   ( Keterangan Lebih Lanjut )

  • Disunnahkan untuk mandi sebelum ihram bagi laki-laki dan perempuan, baik dalam keadaan suci atau haidh, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Jabir Radhiyallahu ‘anhu.
  • Disunnahkan memakai minyak wangi ketika ihram.
  • Mengenakan dua helai kain putih yang dijadikan sebagai sarung dan selendang, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  • Disunahkan berihram setelah shalat.
  • Berniat untuk melaksanakan salah satu dari tiga manasik, dan niat tersebut disunnahkan untuk diucapkan.

|

Yaitu dengan memilih salah satu dari bentuk ibadah haji :  IFRAD  -  QIRAN  - TAMATU’

Seorang yang manasik ifrad mengatakan :   لَبَيْكَ حَجًَّا   atau   لَبَيْكَ الَّلهُمَّ حَجًّا

Seorang yang manasik tamatu’ mengatakan :  لَبَيْكَ عُمْرَةً  atau  لَبَيْكَ الَّلهُمَّ عُمْرَةً

ketika hari Tarwiyah (8 Dzulhijah) menyatakan :  لَبَيْكَ حَجًّا  atau  لَبَيْكَ الَّلهُمَّ حَجًّ

sunnah yang manasik Qiran menyatakan :  لَبَيْكَ عُمْرَةً و حَجًّا

Niat Umroh

Niat Haji

Doa Setelah Niat Ihram

Talbiyah

  • Talbiyah yaitu membaca  :   لَبَّيْكَ الَّلهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَنِعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

“Labbaika Allahumma labbaik labbaika laa syariika laka labbaik Innal hamda wani’mata laka wal mulk laa syariikaa laka”

dan yang sejenisnya.

|

PAKAIAN

|

Pria :

Pakaian ihram pria terdiri dari dua lembar kain, sehelai melilit tubuh mulai dari pinggang hingga dibawah lutut dan sehelai lagi diselempangkan mulai dari bahu kiri kebawah ketiak kanan.

Pria itu tidak boleh mengenakan celana, kemeja, tutup kepala dan juga tidak boleh menutup mata kaki.

( Video Cara Memakai Ihram )

|

Wanita :

Bagi wanita pakaian ihram lebih bebas tetapi disunatkan yang berwarna putih, yang penting menutup seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan mereka, yang penting tidak ada jahitan.

Lengan baju mesti sepanjang pergelangan tangan Kerudung yang digunakan harus panjang, tidak jarang serta menutupi bagian Dada Baju, gaun atau rok harus sepanjang Tumit Memakai Kaos kaki Sepatu sebaiknya tidak bertumit dan terbuat dari karet.

|

LARANGAN

|

pada saat Ihram jama’ah dilarang melakukan perbuatan sebagai berikut :

  • Menebang pepohonan.
  • Mempermainkan atau membunuh binatang
  • Memotong kuku
  • Menikah, menikahkan (melamar)
  • Melakukan hubungan Seks atau bercumbu
  • Berbicara kotor
  • Bertengkar dan
  • Mencaci maki.

Dengan demikian mereka harus bersabar sampai tiba waktu Tahallul. Apabila melanggar salah satu ketentuan diatas maka jamma’ah diwajibkan membayar Dam atau denda.

|

TIDAK DILARANG

|

  • Mengenakan arloji, kacamata, sabuk uang, cincin, kacamata hitam.
  • Mandi atau mandi dengan sabun diberi wewangian dan lembut untuk mencuci dan menggaruk kepala dan tubuh seseorang, bahkan jika mungkin rambut rontok
  • Mengubah seseorang garmen Ihraam, melepaskan pakaian Ihraam tidak meniadakan keadaan Ihraam.
  • Memiliki hunian di atas kepala seseorang, baik di dalam mobil, di bawah payung, atau di tenda atau gedung.
  • Menutup kaki (tapi tidak kepala mereka) saat tidur, dengan mereka Ihraam atau selimut…

|

ETIKA BERIHRAM

|

  • Hindari berjalan-jalan dengan hanya bagian bawah Ihraam Anda.
  • Jaga bahu kanan ditutupi (kecuali saat Tawaf)
  • Hindari melempar akhir ‘kehilangan’ dari Ihraam Anda melewati bahu Anda, karena Anda mungkin ‘memukul’ orang di belakang Anda di wajah.
  • Jaga Anda Ihraam bersih dan tidak menggunakannya sebagai kain untuk menyeka tangan Anda
  • Berhati-hati mengenai bagaimana Anda duduk, terutama pada tangga, untuk menghindari membuka diri Anda. Seperti hal yang biasa bagi Anda untuk menjadi tanpa pakaian, Anda dapat dengan mudah mengekspos bagian pribadi Anda. Hal ini sangat umum sambil duduk di tangga di dalam masjid.

|

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
SEMOGA BERMANFA’AT  –  ALHAMDULILLAH
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Artikel Lainnya :


Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: