Islam Itu Indah

79 Cabang Iman (2)

 بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

MENGENAL 79 CABANG IMAN (2)

.

imanSampai saat ini masih banyak umat Islam yang beriman baru sampai pada tahap pengenalan. Sebatas percaya pada Rukun Iman yang enam. Hanya mengikrarkan dengan lisan dan meyakini dalam hati, tanpa disertai pengamalan.

Sampai saat ini masih banyak umat Islam yang beriman baru sampai pada tahap pengenalan. Sebatas percaya pada Rukun Iman yang enam. Hanya mengikrarkan dengan lisan dan meyakini dalam hati, tanpa disertai pengamalan.

Padahal iman yang mutlak adalah meliputi ikrar secara lisan, keyakinan dalam hati, dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari. Sudah barang tentu iman yang dimikian itu menuntut konsekuensi, perjuangan, dan pengorbanan.

Jelaslah bahwa tebal-tipisnya kadar iman seseorang bisa dilihat dari sepak terjangnya dalam kehidupan sehari-hari. Yakni sejauh mana orang tersebut mematuhi segenap perintah Allah SWT. dan meninggalkan segala larangan-Nya. Sepak terjang seseorang yang mencerminkan kesempurnaan imannya adalah apabila ia mampu mempraktekkan seluruh cabang iman dalam kehidupannya sehari- hari.

Berapakah jumlah cabang iman seluruhnya?

Nabi Muhammad Rosulullah saw. bersabda:

“Iman memiliki 60 atau 70 cabang lebih. Cabangnya yang paling tinggi adalah ucapan Laa ilaaha illallaah (Tiada tuhan selain Allah), sedangkan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan yang terdapat di jalan. Sifat malu itu juga bagian dari cabang iman”
(H.R. Bukhori dan Muslim)

79 cabang iman tersebut, adalah

Lanjutan ….

31.  Membayar denda adalah bagian dari iman.

32.  Menepati janji.

“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji- janji.”
(QS.5 Al Maidah :1)

Yang dimaksud janji dalam ayat itu adalah janji setia seorang hamba kepada Allah dan perjanjian yang dibuat oleh manusia dengan sesamanya.

33.  Menghitung nikmat karunia Allah sambil mensyukurinya.

“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).”
(QS.93 Adh-Dhuha :11)

34.  Memelihara lidah dari ucapan yang sia-sia.

“Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Sebab pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggung jawaban.”
(QS.17 Al- Isro’ :36)

35.  Menyampaikan amanah kepada yang berhak.

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rosul, juga janganlah mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”
(QS.8 Al-Anfal :27)

Yang dimaksud amanat di sini adalah ketentuan-ketentuan Allah yang hams ditaati.

36.  Tidak melakukan kejahatan dan tidak membunuh orang.
Sabda Nabi Muhammad Rosulullah saw.

“Seorang muslim selalu dalam kelapangan agamanya, selama tidak terlibat dalam perkara hukum pertumpahan darah yang haram.”
(HR. Bukhori dan Muslim)

37.  Tidak melakukan zina dan menjaga kehormatan.

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sungguh (zina) itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”
(QS.17 Al-Isro’ :32)

38.  Memelihara diri dari harta yang diperoleh dengan jalan haram.

“Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta or­ang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.”
(QS.2 Al-Baqoroh :188)

39.  Memelihara diri dari makanan dan minuman yang di haramkan.

“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak pariah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu, agar kamu beruntung.”
(QS.5 Al-Maidah :90)

40.  Tidak memakai segala sesuatu yang diharamkan antara lain pakaian sutera dan bejana emas.
Nabi Muhammad Rosulullah saw. bersabda,

“Janganlah kamu memakai kain sutera, janganlah minum di bejana perak dan emas, dan janganlah kamu makan di piring emas. Karena perak dan emas itu untuk orang-orang kafir di dunia, tapi untuk kamu di akhirat nanti.”
(HR. Bukhori)

41.  Menjauhi permainan dan hiburan yang bertentangan dengan ajaran Islam, sebab permainan dan hiburan semacam itu hukumnya haram.
Sabda Nabi Muhammad Rosulullah saw.

“Barangsiapa bermain dadu, maka dia seolah-olah mencelupkan tangannya ke dalam daging babi dan darahnya.”
(HR. Muslim)

42.  Sederhana dalam membelanjakan harta, dan mengharamkan memakan harta dengan batil.

“Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan YangMaha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (juga) kikir, (melainkan) di antara keduanya secara wajar.”
(QS.25 Al-Furqon :67)

Maksudnya kehidupan seorang muslim itu tidak ada yang mubadzir dan tidak pelit.

43.  Meninggalkan sifat dengki dan sejenisnya.
Katakanlah:

“Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk) yang Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap-gulita, aan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”
(QS.113 Al-Falaq :1-5)

44.  Tidak menodai kehormatan orang lain dan menjauhi perbuatan menggunjing.

“Dan orang-orang yang menyakiti orang mukmin laki- laki dan perempuan, tanpa ada kesalahan yang mereka lakukan, maka sungguh mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.”
(QS.33 Al- Ahzab :58)

45.  Beramal dengan ihklas.

“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan)”

46.  Gembira berbuat baik dan sedih berbuat jahat.
Nabi Muhammad Rosulullah saw. bersabda,

“Barangsiapa gembira knrenn amal kebaikannya, dan sedih karena amal kejelekannya, maka dia orang yang beriman.”
(H.R. Abu Dawud, Thabrani Nasai, dan Ahmad)

47.  Apabila menyadari melakukan dosa segera bertobat.

“Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.”
(QS.24 An Nur :31)

48.  Mengadakan kurban (termasuk juga aqiqah).

“Sungguh Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak, maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).’’
(QS.108 Al-Kautsar :1-2)

49.  Taat kepada pemerintah.

“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, taatilah Rosul (Muhammad), dan ulil arnri (pemegang kekuasaan pemerintahan) di antara kamu.’’
(QS.4 An-Nisa’ :59)

50.  Memegang teguh pendapat jama’ah.
Menurut sebagian ulama, jama’ah ialah mereka yang di atas kebenaran, walau ia seorang diri.

51.  Mengadili orang lain dengan adil.

“Dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil.’’
(QS.4 An-Nisa’ :58)

52.  Menyeru kepada kebajikan (amar ma’ruf) dan mencegah kemungkaran.

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan or­ang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung’’
(QS.3 Ali Imrom :104)

Ma’ruf adalah segala perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah, sedangkan mungkar adalah perbuatan yang dapat menjauhkan diri dari Allah.

53.  Tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa.

“Dan tolong- menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”
(QS.5 Al-Maidah :2)

54.  Memelihara sifat malu.
Nabi Muhammad Rosulullah saw. bersabda,

“Sesungguhnya malu itu hanya membawa kepada kebaikan.”
(HR. Bukhori dan Muslim)

55.  Berbakti kepada ibu-bapak.

“… dan berbuat baiklah kepada kedua orang-tua (ibu-bapak).”
(QS.2 Al-Baqoroh :83)

56.  Bersilaturrahim untuk memelihara hubungan baik dengan sanak saudara.

“Apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan dimuka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dikutuk oleh Allah, lalu dibuat tuli (pendengarannya), dan dibutakan penglihatannya.”
(QS.47 Muhammad :22-23)

57.  Berbudi luhur, menahan amarah, dan rendah hati dalam pergaulan.

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, ialah orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain.”
(QS.3 Ali-Imron :133-134)

58.  Memperlakukan pembantu dengan baik adalah bagian dari iman.

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu memperekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat danjauh, teman sejaxvat, ibnu sabil (musafir) dan hamba sahayamu.”
(QS.4 An-Nisa’ :36)

Yang dimaksud dengan “tetangga yang dekat dan jauh” dalam yatitu ada yang mengartikan dekat tempatnya, bisa juga karena ada hubungan kekeluargaan, dan ada yang mengartikan antara yang muslim danbukan muslim.

Sedangkan ibnu sabil itu adalah orang yang dalam perjalanan yang bukan maksiat yang kehabisan bekal. Termasuk juga anak terlantar yang tidak diketahui ibu bapaknya.

59.  Melaksanakan perintah majikan
(selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam) .

60.  Memenuhi hak keluarga.

“Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras yang tidak mendurhakai Allah.”
(QS.66 At-Tahrim :6)

61.  Memperkokoh rasa cinta kepada sesama umat Islam.
Muhammad Rosulullah saw. bersabda,

“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla di hari kiamat nanti bertanya: Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena Aku? Akan Aku naungi mereka dengan naungan- Ku, pada hari tiada naungan, kecuali naungan-Ku.”
(HR Muslim)

62.  Menjawab salam.

“Apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (penghormatan itu, yang sepadan) dengannya.”
(QS.41 An-Nisa’ :86)

63.  Menjenguk orang sakit, (dalilnya pada nomor 64)

64.  Mensholati mayat.
Muhammad Rosulullah saw. bersabda,

“Hak seorang muslim ada lima, yaitu menjawab salam, mengunjungi orang sakit, mendoakan orang bersin, mengantarkan jenazah, dan memenuhi undangan.”
(HR. Muslim)

65.  Mendoakan orang bersin. (dalilnya ada pada hadis No. 64)

66.  Menjauhi orang kafir, orang yang membuat kerusakan serta bersikap keras dan tegas kepada mereka.

“Wahai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bersikaplah keras terhadap mereka.”
(QS.9 At-Taubah :73)

67.  Menghormati tetangga adalahbagian dari iman.

“Sembahlah Al­lah dan janganlah kamu menyekutukan-Nya. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang- orang miskin, tetangga yang dekat dan jauh, teman sejawat, ibnu sabil (musafir), dan hamba sahayamu.”
(QS.4 An-Nisa :36)

68.  Menyimpan aib dan dosa orang lain.

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat.”
(QS.24 An-Nur :19)

69.  Memuliakan tamu adalah bagian dari iman.

70.  Sabar menghadapi segala musibah adalah bagian dari iman.

“Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.”
(QS.39 Az-Zumar :10)

71.  Menahan diri dari mencintai dunia (zuhud) dan tidak suka berkhayal.
Muhammad Rosulullah saw. bersabda,

“Dua nikmat yang bisa memperdaya orang banyak yaitu kesehatan dan kesempatan.”
(HR. Bukhori dan Muslim)

72.  Cemburu dan tidak membiarkan lelaki bergaul bebas dengan wanita.

“Cemburu itu adalah bagian dari iman, sedangkan pergaulan bebas antara pria dan wanita yang bukan muhrim adalah sebagian dari kemunafikan.”
(Al-Hadits)

73.  Menjauhkan diri dari perbuatan yang sia-sia.
Nabi Muhammad Rosulullah saw. bersabda,

“Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan segala sesuatu yang tidak penting baginya.”
(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majjah)

74.  Dermawan.

“Dan barang siapa kikir/pelit, maka sesungguhnya dia kikir/pelit terhadap dirinya sendiri.”
(QS.47 Muhammad :38)

75.  Menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih mudah.
Muhammad Rosulullah saw. bersabda,

“Barangsiapa tidak menyayangi yang lebih muda dan tidak menghormati yang lebih tua di antara kamu, maka ia bukan dari golongan Kami.”
(HR. Muslim dan Abu Dawud)

76.   Menciptakan perdamaian antar sesama manusia.

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.”
(QS.49 Al-Hujarat :10)

77.  Mencintai sesama muslim sebagaimana mencintai diri sendiri.
Muhammad Rosulullah saw. bersabda:

“Tidaklah beriman seseorang di antara kamu, sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”
(HR. Bukhori dan Muslim)

78.  Memelihara kebersihan diri dan lingkungan.

79.  Menyingkirkan duri dari jalan.
Nabi Muhammad Rosulullah saw. bersabda:

“Iman memiliki 60 atau 70 cabang lebih. Cabangnya yang paling tinggi adalah ucapan LAA ILAAHA ILLALLAAH (tiada tuhan selain Allah) sedangkan cabangnya yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan yang terdapat dijalan. Sifat malu itu juga bagian dari cabang iman.”
(HR. Bukhori dan Muslim)

Selesai.

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
SEMOGA BERMANFA’AT – ALHAMDULILLAH
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

About these ads

Januari 3, 2013 - Posted by | Kata Mutiara, Pendidikan, Pria Remaja, Suami Istri, Wanita Remaja | , , , , , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: